Pelatihan yang sudah saya tunggu-tunggu akhirnya bisa saya ikuti juga hari sabtu siang ini, walaupun pada awalnya agak susah menemukan lokasi pelatihan karena sudah jarang melewati daerah senen. Pelatihan dilaksanakan pukul 13.30 di STMIK NUSA MANDIRI jl. Kramat raya tepatnya depn gedung YAI, tidak jauh dari atrium. Gedungnya agak kecil jadi kalau tidak terlalu perhatiin tidak akan ketemu. Saya sedikit terlambat karena harus muter-muter dulu untuk mencari gedung itu, tempat pelatihan berada di ruang kelas yang cukup kecil namun muat untuk 20 orang peserta dari kalangan berbagai macam profesi dan usia, bahkan ada juga peserta termuda yaitu masih SD, pelatihan diawali dengan pemaparan seorang trainer EDAN yaitu ikhwan sopan. Beliau memaparkan bagaimana memunculkan percaya diri dalam menulis, bahwa setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda, setiap apa yang kita hasilkan dalam menulis tidak akan bisa sama dengan tulisan orang lain bahkan seorang JK Rowling sekalipun. Satu kunci yang bisa dipengang oleh semua peserta bahwa setiap apapun yang kita lakukan baik dalam bidang tulis menulis atau apapun tujukan semuanya itu hanya untuk ibadah. Kebersihan hati dalam tujuan untuk mencapai sesuatu sangat diperlukan dan menunjang keberhasilan qta.
Setelah pak sopan selesai dengan trainingnya, para peserta diberikan kesempatan untuk break dulu menunaikan sholat ashar. Pelatihan dilanjutkan kembali oleh Jonru pendiri sekolah menulis. Beliau memberikan banyak tips dalam teknis menulis salah satunya kami disarankan untuk menggunakan otak kanan dulu baru otak kiri. Maksudnya disini bahwa ketika kita menulis, tulis saja apa yang terlintas di pikiran tanpa memperkirakan betul atau salah dan tulisan itu baru bisa di edit setelah semua ide dalam pikiran kita dikeluarkan, karena otak kanan disini bersifat bebas sedangkan otak kiri bersifat teratur. Pak jonru juga memberikan peta minder dan disitu tergantung diri kita sendiri apakah ingin menghilangkannya atau tidak, untuk minder disini tentu diperlukan pembuktian. Misalnya mengenai tulisan, terkadang kita minder untuk menerbitkan tulisan itu tapi harus kita uji atau buktikan apakah benar rasa minder itu. Pembuktiannya bisa dengan mengirimkan tulisan kita itu ke media masa, ada dua kemungkinan ditolak atau diterima. Bila di terima tentu akan menambah percaya diri namun bila di tolak ada dua kemungkinan menyerah atau lebih bersemangat lagi untuk menulis karena kita sudah tahu dimana letak kesalahan kita dalam menulis. Bagaimana dengan tidak bertindak apa-apa, tentunya tidak mendapatkan apa-apa pula dan impian menjadi penulis hebat hanya tinggal mimpi belaka.
Presentasi jonru ditutup dengan berbaggai pertanyaan dari para peserta, ini membuktikan begitu antusiasnya para peserta terhadap ilmu tulis menulis ini. Terakhir kami diberi pelatihan untuk menulis apa saja yang sedang kami pikirkan, kami dilatih untuk menulis menggunakan otak kanan terlebih dahulu. Hasilnya semua peserta dengan lancar dan tanpa kesulitan menulis atau mengarang sesuatu, bahkan waktunya tidak cukup untuk mengungkapkan apa yang kami pikirkan saat itu. Hari sudah semakin senja dan tidak terasa waktu berbuka puasa pun tiba, kami berbuka puasa bersama di tempat itu. Pengalaman yang menyenangkan semoga semangat kami dalam menulis dari hari ini tidak akan padam sekalipun harus menunggu beberapa tahun menjadi terkenal tapi paling tidak kami sudah memulai untuk menjadi hebat.
Senin, 22 September 2008
WISATA TA`ARUF 2008
Wisata ta`aruf ke dt bandung dilaksanakan pada tanggal 6 s/d 7 september 2008, semua peserta berkumpul di dt jakarta jl cipaku pukul 7.30 WIB. Kami berangkat ke bandung dengan bus dan satu kijang yang ditumpangi oleh ikhwan. Peserta wisata ini hampir semua anggota sehati namun ada beberapa orang peserta dari umum. Sampai di bandung masuk waktu dzuhur, kami langsung sholat di masjid da`aruttauhid yang terletak tidak jauh dari penginapan kami, kami menginap di da`arut jannah cottage. Kegiatan pertama diisi oleh aa deda adik dari aa gym di taman yang ada di da`arut jannah cottage itu, namun cuaca yang terik membuat mata kami silau maka aa deda menyarankan untuk pindah ke rumah beliau yang terletak di belakang cottage ini. Rumah yang mungil, sederhana dan sangat asri tidak mengurangi kehangatan dan keceriaan peserta saat itu, rumah mungil itu juga ternyata dapat menampung 62 orang peserta.
Aa dade memberikan materi mengenai bagaimana kita berperasangka baik terhadap Allah, semua itu haruslah dimulai dengan merubah cara pandang kita terhadap sesuatu hal. Bila kita hanya fokus terhadap masalah yang kita hadapi dalam hidup maka yang dihasilkan hanyalah keruwetan saja namun bila kita fokus dengan sikap kita terhadap masalah itu maka ada solusi dan ketengan yang didapatkan. Dalam hidup ini ada dua hal yang akan selalu kita hadapi yaitu potensi dan masalah, tegantung pilihan kita yang mana yang mau lebih digali. Aa deda juga memberikan solusi dalam menghadapi masalah hidup, ada dua cara yaitu dengan solusi jiwa dan raga. Untuk solusi jiwa ada 5 kiat yaitu : siap menghadapi masalah, ridho menerima takdir yang tidak disukai, jangan mempersulit diri, evaluasi diri dan cukup Allah yang menjadi penolong. Lima kiat ini juga dapt diragakan dengan tangan jadi lebih mudah untuk menghafalkannya. lalu solusi raga ada 5 T yaitu ........ setelah materi yang pertama selesai para peserta beristirahat dan akan dilanjutkan dengan materi berikutnya yaitu tahsin alquran sambil menunggu buka puasa. Acara malam hari diisi dengan sholat tarawih dan qiyamulail sesuai dengan jadwal daarut tauhid bandung. Ada beberapa peserta yang mengikuti qiyamullail yang bacaan surahnya satu jus setiap hari.
Keesokan harinya acara dilanjutkan dengan acara terpisah antara ikhwan dan akhwat. Akhwat di muslimah center yang terletak tidak jauh dari jalan utama dan ikhwan di...... Untuk sesi pertama akan diisi oleh teh ninih namun sambil menunggu, bunda ana memberikan sambutan yang hangat dan permainan yang sangat seru sehingga menimbulkan keharuan diantara para peserta. Teh ninih memberikan materi tentang bagaimana kesiapan para akhwat dalam menghadapi takdir yang sesuai dengan keinginan dan takdir yang tidak sesuai dengan keinginan khususnya dalam masalah jodoh. Sakinah itu ternyata tidak hanya milik yang berkeluarga saja tapi juga dapat dimiliki oleh orang-orang yang masih sendiri. Jodoh merupakan rahasia Allah, hanya dengan berdoa kepada Allah lah tabir rahasia itu akan tersingkap. Agar terkabulnya doa ada tiga kiat (3T) yang harus dijalankan yaitu tobat, tinggalkan maksiat dan tingkatkan kualitas taat. Materi ditutup dengan dibrikannya beberapa akhwat bertanya dan berfoto bersama teh ninih.
Pukul 11.00 WIB kami siap-siap untuk check out dari cottage dan kembali kejakarta dengan bus. Kami diberikan kesempatan oleh panitia untuk membeli oleh-oleh makanan kecil di lembang. Perjalanan yang sangat melelahkan namun hati sangat senang dengan pembekalan hidup yang sangat berarti untuk mengisi penantian para akhwat yang entah kapan akan berganti menjadi penantian yang lain.
Aa dade memberikan materi mengenai bagaimana kita berperasangka baik terhadap Allah, semua itu haruslah dimulai dengan merubah cara pandang kita terhadap sesuatu hal. Bila kita hanya fokus terhadap masalah yang kita hadapi dalam hidup maka yang dihasilkan hanyalah keruwetan saja namun bila kita fokus dengan sikap kita terhadap masalah itu maka ada solusi dan ketengan yang didapatkan. Dalam hidup ini ada dua hal yang akan selalu kita hadapi yaitu potensi dan masalah, tegantung pilihan kita yang mana yang mau lebih digali. Aa deda juga memberikan solusi dalam menghadapi masalah hidup, ada dua cara yaitu dengan solusi jiwa dan raga. Untuk solusi jiwa ada 5 kiat yaitu : siap menghadapi masalah, ridho menerima takdir yang tidak disukai, jangan mempersulit diri, evaluasi diri dan cukup Allah yang menjadi penolong. Lima kiat ini juga dapt diragakan dengan tangan jadi lebih mudah untuk menghafalkannya. lalu solusi raga ada 5 T yaitu ........ setelah materi yang pertama selesai para peserta beristirahat dan akan dilanjutkan dengan materi berikutnya yaitu tahsin alquran sambil menunggu buka puasa. Acara malam hari diisi dengan sholat tarawih dan qiyamulail sesuai dengan jadwal daarut tauhid bandung. Ada beberapa peserta yang mengikuti qiyamullail yang bacaan surahnya satu jus setiap hari.
Keesokan harinya acara dilanjutkan dengan acara terpisah antara ikhwan dan akhwat. Akhwat di muslimah center yang terletak tidak jauh dari jalan utama dan ikhwan di...... Untuk sesi pertama akan diisi oleh teh ninih namun sambil menunggu, bunda ana memberikan sambutan yang hangat dan permainan yang sangat seru sehingga menimbulkan keharuan diantara para peserta. Teh ninih memberikan materi tentang bagaimana kesiapan para akhwat dalam menghadapi takdir yang sesuai dengan keinginan dan takdir yang tidak sesuai dengan keinginan khususnya dalam masalah jodoh. Sakinah itu ternyata tidak hanya milik yang berkeluarga saja tapi juga dapat dimiliki oleh orang-orang yang masih sendiri. Jodoh merupakan rahasia Allah, hanya dengan berdoa kepada Allah lah tabir rahasia itu akan tersingkap. Agar terkabulnya doa ada tiga kiat (3T) yang harus dijalankan yaitu tobat, tinggalkan maksiat dan tingkatkan kualitas taat. Materi ditutup dengan dibrikannya beberapa akhwat bertanya dan berfoto bersama teh ninih.
Pukul 11.00 WIB kami siap-siap untuk check out dari cottage dan kembali kejakarta dengan bus. Kami diberikan kesempatan oleh panitia untuk membeli oleh-oleh makanan kecil di lembang. Perjalanan yang sangat melelahkan namun hati sangat senang dengan pembekalan hidup yang sangat berarti untuk mengisi penantian para akhwat yang entah kapan akan berganti menjadi penantian yang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)