Senin, 22 September 2008

PELATIHAN EDAN

Pelatihan yang sudah saya tunggu-tunggu akhirnya bisa saya ikuti juga hari sabtu siang ini, walaupun pada awalnya agak susah menemukan lokasi pelatihan karena sudah jarang melewati daerah senen. Pelatihan dilaksanakan pukul 13.30 di STMIK NUSA MANDIRI jl. Kramat raya tepatnya depn gedung YAI, tidak jauh dari atrium. Gedungnya agak kecil jadi kalau tidak terlalu perhatiin tidak akan ketemu. Saya sedikit terlambat karena harus muter-muter dulu untuk mencari gedung itu, tempat pelatihan berada di ruang kelas yang cukup kecil namun muat untuk 20 orang peserta dari kalangan berbagai macam profesi dan usia, bahkan ada juga peserta termuda yaitu masih SD, pelatihan diawali dengan pemaparan seorang trainer EDAN yaitu ikhwan sopan. Beliau memaparkan bagaimana memunculkan percaya diri dalam menulis, bahwa setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda, setiap apa yang kita hasilkan dalam menulis tidak akan bisa sama dengan tulisan orang lain bahkan seorang JK Rowling sekalipun. Satu kunci yang bisa dipengang oleh semua peserta bahwa setiap apapun yang kita lakukan baik dalam bidang tulis menulis atau apapun tujukan semuanya itu hanya untuk ibadah. Kebersihan hati dalam tujuan untuk mencapai sesuatu sangat diperlukan dan menunjang keberhasilan qta.
Setelah pak sopan selesai dengan trainingnya, para peserta diberikan kesempatan untuk break dulu menunaikan sholat ashar. Pelatihan dilanjutkan kembali oleh Jonru pendiri sekolah menulis. Beliau memberikan banyak tips dalam teknis menulis salah satunya kami disarankan untuk menggunakan otak kanan dulu baru otak kiri. Maksudnya disini bahwa ketika kita menulis, tulis saja apa yang terlintas di pikiran tanpa memperkirakan betul atau salah dan tulisan itu baru bisa di edit setelah semua ide dalam pikiran kita dikeluarkan, karena otak kanan disini bersifat bebas sedangkan otak kiri bersifat teratur. Pak jonru juga memberikan peta minder dan disitu tergantung diri kita sendiri apakah ingin menghilangkannya atau tidak, untuk minder disini tentu diperlukan pembuktian. Misalnya mengenai tulisan, terkadang kita minder untuk menerbitkan tulisan itu tapi harus kita uji atau buktikan apakah benar rasa minder itu. Pembuktiannya bisa dengan mengirimkan tulisan kita itu ke media masa, ada dua kemungkinan ditolak atau diterima. Bila di terima tentu akan menambah percaya diri namun bila di tolak ada dua kemungkinan menyerah atau lebih bersemangat lagi untuk menulis karena kita sudah tahu dimana letak kesalahan kita dalam menulis. Bagaimana dengan tidak bertindak apa-apa, tentunya tidak mendapatkan apa-apa pula dan impian menjadi penulis hebat hanya tinggal mimpi belaka.
Presentasi jonru ditutup dengan berbaggai pertanyaan dari para peserta, ini membuktikan begitu antusiasnya para peserta terhadap ilmu tulis menulis ini. Terakhir kami diberi pelatihan untuk menulis apa saja yang sedang kami pikirkan, kami dilatih untuk menulis menggunakan otak kanan terlebih dahulu. Hasilnya semua peserta dengan lancar dan tanpa kesulitan menulis atau mengarang sesuatu, bahkan waktunya tidak cukup untuk mengungkapkan apa yang kami pikirkan saat itu. Hari sudah semakin senja dan tidak terasa waktu berbuka puasa pun tiba, kami berbuka puasa bersama di tempat itu. Pengalaman yang menyenangkan semoga semangat kami dalam menulis dari hari ini tidak akan padam sekalipun harus menunggu beberapa tahun menjadi terkenal tapi paling tidak kami sudah memulai untuk menjadi hebat.

Tidak ada komentar: